Articles by "STARTUP"
Showing posts with label STARTUP. Show all posts
Pertumbuhan Investor Indonesia Lambat, Ini Penyebabnya - Indonesia sebagai negara berkembang dikenal sebagai lahan yang cukup subur dan bisa dijadikan tujuan investasi. Bagaimana tidak, kekayaan yang dimiliki negeri ini saja sudah cukup mengundang minat para investor asing. Apalagi dengan pembangunan yang diharapkan dapat lebih baik dalam hal birokrasinya? Bila benar-benar dibangun sebagai negara dengan tata birokrasi yang baik, didukung dengan kebijakan pemerintah yang terbuka terhadap pemilik modal asing (PMA), bukan tidak mungkin Indonesia akan diserbu oleh banyak investor asing setiap harinya yang berniat melipatgandakan modal mereka dengan menanamkan sahamnya di perusahaan di Indonesia.
Pertumbuhan Investor Indonesia Lambat
Pertumbuhan Investor Indonesia Lambat

Dilema Penanaman Modal di Indonesia

Memang tidak bisa dipungkiri, kebijakan yang terlalu longgar akan sangat memperluas jalan masuk PMA untuk menanamkan modal yang secara nominal besar-besaran, dan ini akan berdampak negatif  bagi Indonesia sendiri. Misalnya, pertanian sebagai salah satu sektor besar di Indonesia akan terkikis bersama dengan sektor non industri lainnya. Hal ini disebabkan karena PMA lebih banyak menanamkan modal di investasi sektor industri yang jelas membutuhkan banyak pekerja. Lowongan kerja di sektor industri terlihat lebih menyenangkan dan menggiurkan bagi para pemuda desa, sehingga mereka lebih memilih untuk bekerja di kota sebagai buruh daripada meneruskan usaha persawahan milik orang tuanya. Pada akhirnya, hasil pertanian kita menjadi merosot, padahal kebutuhan kita terhadap hasil pertanian selalu meningkat. Keadaan ini yang akhirnya menyebabkan banyaknya kasus impor kebutuhan pokok seperti yang terjadi sekarang ini. Tidak hanya pertanian, begitu pula dengan sektor peternakan.

Meski begitu, bukan berarti sektor industri harus dimusnahkan begitu saja. Ada beberapa hal yang harus dibenahi dari sistem birokrasi kita untuk lebih memberdayakan masyarakat asli Indonesia. Salah satunya dengan menarik minat pemilik modal dalam negeri untuk berinvestasi di dalam negeri dengan memberikan keuntungan dari dana yang ditanam, namun juga membantu pertumbuhan dalam negeri. Mengapa? Dengan modal yang dimiliki berasal dari luar, otomatis keuntungannya tidak dinikmati oleh masyarakat Indonesia, tetapi dinikmati para pemilik modal tersebut. Pada akhirnya PMA tersebut justru akan berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi negaranya, bukan negara Indonesia.

Sosialisasi terhadap masyarakat Indonesia mengenai pentingnya investasi tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan faktor masyarakat Indonesia yang cenderung ingin mendapat keuntungan besar dalam waktu singkat tapi risiko yang diterima relatif kecil. Dukungan terhadap faktor ini berasal dari gaya hidup masyarakat kita yang cenderung konsumtif, lebih nyaman dengan keadaan saat ini meskipun tahu bahwa produk yang dikonsumsi merupakan barang impor. Bahkan tidak jarang masyarakat kita lebih berbangga menggunakan produk impor daripada produk domestik. Dengan kenyamanan seperti ini, rasanya mustahil membujuk masyarakat untuk mau berinvestasi di Indonesia, karena risikonya masih tergolong tinggi. Selain itu, terdapat beberapa hal lain yang turut mendukung mengapa jumlah investor di pasar modal Indonesia berjalan dengan sangat lambat untuk berkembang. Apa saja? Ini dia:

1. Rendahnya Tingkat Kepercayaan Pada Lembaga Keuangan

Faktor pertama adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi atau lembaga keuangan belum bisa optimal. Kurangnya informasi, edukasi, dan sosialisasi mengenai pentingnya berinvestasi secara sederhana saja masih kurang, bagaimana dengan investasi di pasar modal? Selain itu, masalah keamanan dana nasabah masih sangat rawan. Masih hangat dalam ingatan kasus Bank Century yang melenyapkan triliyunan dana milik nasabah dan hingga saat ini kasusnya belum mencapai kesepakatan penyelesaian akibat berbagai halangan. Kemudian dari kriminalitas yang mungkin terjadi sehari-hari adalah pembobolan kartu debit maupun kartu kredit milik nasabah yang masih kerap terjadi sehingga ini jelas merugikan nasabah. Tak jarang juga terjadi kasus penipuan kartu ATM yang setiap hari selalu mengisi laporan perkara di kantor kepolisian.

2. Sosialisasi yang Tidak Merata

Faktor kedua adalah sosialiasi pasar modal yang masih sangat rendah bahkan terkadang hanya dipusatkan pada beberapa kota besar dan di Pulau Jawa. Padahal pemilik modal tersebut tidak hanya berada di wilayah Jawa yang terkenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi negara. Sosialisasi ini kurang menyebar dan kurang memberikan informasi dan edukasi secara mendalam. Selain itu pelaksanaannya terkadang hanya merupakan formalitas dan tidak terjadi kesinambungan. Infrastruktur pendukung investasi pun hanya berpusat pada beberapa wilayah tertentu, tidak tersebar secara merata. Informasi yang relevan terkait dengan pasar modal dan saham pun masih sulit diakses masyarakat luas baik karena konten yang kurang memberikan informasi secara lengkap atau juga bisa karena infrastruktur yang belum mencapai daerah-daerah tertentu.

3. Birokrasi yang Berbelit-Belit

Prosedur yang ditetapkan untuk berinvestasi dinilai masih terlalu rumit dengan kewajiban pengisian formulir investasi yang cukup tebal dan mau tidak mau harus berhubungan dengan banyak pihak dan meminta kemampuan dari pemilik modal tersebut yang dikatakan akan mempermudah proses investasi, contohnya adalah kemampuan penggunaan IT dalam bertransaksi. Namun prosedur yang rumit ini sebenarnya merupakan langkah untuk memproteksi diri pemilik modal sehingga lebih menjamin keamanan bagi mereka sendiri.

4. Menganggap Investasi = Riba

Terkadang, bagi umat muslim, investasi kerap disamakan dengan riba atau penimbunan yang dikenal sebagai salah satu kegiatan yang sangat dilarang secara agama. Mungkin yang perlu dipertegas di sini adalah investasi bukanlah penggandaan uang meski sekilas terlihat sama karena pemilik modal tidak terlibat secara langsung dalam jalannya roda perusahaan. Investasi yang masuk dalam sebuah perusahaan merupakan modal bagi perusahaan untuk menjalankan kegiatannya mulai dari penyediaan tempat kerja, pembelian bahan baku, pengadaan penelitian, peluncuran produk, program tanggung jawab sosial, dan kegiatan perusahaan lainnya dalam rangka menawarkan produk, menjualnya, dan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan atau bisnis produk tersebut.

Dana investasi tersebut tidak hanya diam di dalam perusahaan lalu dengan sendirinya menggandakan diri namun digunakan untuk pembiayaan perusahaan. Keuntungan yang didapat nantinya akan dibagi sesuai dengan kontrak antara perusahaan dan pemilik modal. Bahkan terkadang keuntungan ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai namun diberikan dalam bentuk penambahan lembar saham bagi pemilik modal sesuai dengan proporsi modal mereka dalam sebuah perusahaan.

5. Lebih Suka Barang yang Terlihat

Faktor kelima adalah masyarakat Indonesia belum terbiasa untuk berinvestasi pada barang yang tak terlihat. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih menyukai jenis investasi yang jelas-jelas terlihat wujud barangnya sehingg mereka lebih bisa merasa aman dan nyaman karena mereka sendiri yang memegang barang investasi tersebut. Sebut saja emas sebagai perhiasan, tanah (sertifikat tanah), atau mungkin membangun sebuah usaha yang jelas-jelas akan memberikan keuntungan dari manfaat yang secara nyata ditawarkan kepada konsumen (misalnya dengan membangun sebuah rumah kontrakan, membangun kos di wilayah dekat kampus, dan lain-lain).

6. Menganggap Investasi Hanya untuk Orang Kaya

Faktor keenam adalah anggapan bahwa investasi hanya dapat dilakukan oleh kaum tertentu, lebih diperjelas lagi bahwa kaum konglomerat dengan dana yang melimpahlah yang memiliki hak dan kemampuan untuk melakukan investasi. Pemikiran ini bisa juga terjadi karena penanaman modal di suatu perusahaan meski diperbolehkan dengan nominal yang kecil mungkin tidak akan memberikan dampak yang berarti bagi investor. Mungkin karena nominalnya terlalu kecil atau karena tidak semua perusahaan memberikan keuntungan dalam bentuk uang tunai tapi dalam bentuk lembar saham baru yang mana bila ingin mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang tunai, investor sendirilah yang harus menjual saham tersebut.

7. Tidak Sabar Dalam Berinvestasi

Terakhir, pemikiran masyarakat Indonesia yang belum mengarah pada kedewasaan atau drive to maturity. Sifat seperti serakah dan tidak sabar membuat masyarakat sering kali menempatkan dirinya pada posisi yang salah dengan memilih investasi yang bohong dan jelas-jelas menipu. Investasi ini secara masif terjadi di Indonesia dengan menjanjikan keuntungan yang besar, waktu yang cepat, cara kerja yang mudah, dan merupakan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh siapa saja hanya dengan membayar sejumlah ‘modal awal’. Tak jarang bisnis seperti ini pada akhirnya hanya akan menghilangan modal para masyarakat yang berinvestasi pada bisnis bohongan ini. Masyarakat akan merasa tertipu dan memiliki trauma untuk melakukan investasi lagi. Padahal hal ini jelas bisa dihindari dengan pengetahuan investasi yang cukup dan memilih bisnis yang terdaftar di IDX.

Perluas Pengetahuan Anda Tentang Investasi

Beberapa faktor tersebut merupakan alasan dan faktor yang mendukung jumlah investor di pasar modal Indonesia cenderung bergerak lambat. Untuk dapat menanggulangi hal ini, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memperluas pengetahuan mengenai investasi, mulai dari pengertian, pengenalan bisnis yang aman dan terdaftar sesuai dengan hukum, mengenalkan hukum yang melindungi pemilik modal, hingga tata cara untuk berinvestasi pada sebuah perusahaan yang aman. Semoga kesalahan masyarakat yang pernah terjadi berkenaan dengan masalah investasi bisa menjadi cermin bagi pembaca dalam menghindarkan diri dari investasi palsu dan mulai mencermati mana investasi asli dan aman.
Marketplace Terpopuler Di Indonesia - Kehadiran internet dalam kehidupan kita membuat segala sesuatunya jadi lebih mudah, cepat, dan serba instan. Segala sesuatu dapat segera kamu ketahui dan bagikan hanya lewat satu gadget yang kamu genggam. Keuntungan lainnya dari kehadiran internet adalah membuka lapangan pekerjaan dan kemungkinan untuk menjadi pengusaha jadi lebih lebar. Semua orang bisa menjadi memulai usaha sendiri tanpa perlu membuka toko dalam bentuk fisik. Hanya bermodalkan toko secara online, kamu sudah bisa menghasilkan banyak uang.
Marketplace Terpopuler Di Indonesia
Marketplace Terpopuler Di Indonesia

Terdapat sangat banyak cara untuk memulai usaha secara online, salah satunya adalah dengan memanfaatkan marketplace yang sudah ada. Kamu tidak perlu pusing memikirkan cara membuat blog atau website sendiri, yang perlu kamu lakukan hanya mendaftarkan toko online kamu di marketplace tersebut. Saat ini sangat banyak marketplace yang beredar di dunia maya. Saking banyaknya, mungkin kamu jadi bingung, yang mana sih yang harus kamu pilih? Nah, kalau kamu masih bingung, berarti kamu adalah orang yang tepat untuk membaca tulisan ini. Jadi, inilah 6 marketplace terpopuler di Indonesia berdasarkan informasi dari Techinasia.com.

1. Tokopedia

Buat kamu yang sering nonton tv atau bermain di dunia maya, pasti nama ini sudah gak asing lagi deh. Pemasaran marketplace yang satu ini sangat gencar dilakukan dan iklannya juga menarik jadi mudah untuk diingat. Marketplace ini merupakan penguasa pasar lokal Indonesia setelah berhasil mengalahkan 2 raksasa marketplace sebelumnya, yaitu Plasa.com milik Telkom-ebay dan Multiply milik MIH. Sejak berdiri pada tahun 2009 hingga sekarang, Tokopedia sudah memiliki lebih dari 770 ribu produk dan telah menjual total 13,4 juta barang pada tahun 2014. Dipimpin oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, marketplace ini berada di ranking 32 se-Indonesia berdasarkan ranking Alexa.

2. BukaLapak

BukaLapak adalah pesaing berat dari Tokopedia. Kedua marketplace ini adalah contoh dari marketplace yang telah berhasil menembus persaingan dengan marketplace lainnya dan menjadi salah satu marketplace paling populer di Indonesia. Website yang didirikan oleh Achmad Zaky ini sudah memiliki lebih dari 400 ribu barang aktif. Jumlah transaksinya dalam satu hari sudah mencapai angka Rp500 juta. Saat ini BukaLapak tidak hanya bisa diakses dengan website saja, tetapi juga melalui aplikasi mobile, sehingga memudahkan penggunanya. BukaLapak ada di posisi ke 43 di Indonesia berdasarkan ranking Alexa.

3. Qoo10 Indonesia

Marketplace ini merupakan hasil kerjasama dari perusahaan online ternama ebay dengan marketplace asal Korea Selatar Gmarket. Pada tahun 2013, marketplace ini sudah berhasil mendapatkan USD2.5 juta atau Rp33 miliar per bulannya. Bertambah 500 persen dari penghasilannya tahun sebelumnya. Saat ini, Qoo10 menempati posisi ke 156 di Indonesia menurut ranking Alexa.

4. Elevenia

Website ini terhitung masih baru di ranah marketplace Indonesia. Awal pertama kali marketplace ini beroperasi adalah tanggal 1 Maret 2014. Elevenia merupakan hasil kerjasama dari XL Axiata dengan perusahaan layanan online dan mobile asal Korea Selatan SK Planet. Meski masih terhitung anak baru, namun Elevenia sudah memiliki tempat tersendiri di marketplace Indonesia dengan bermodalkan USD18.3 juta dari kedua perusahaan pemodal, Elevenia optimis untuk menjadi situs marketplace yang menguasai pasar Indonesia dalam jangka panjang. Saat ini Elevenia berada di ranking 157 di Indonesia menurut ranking Alexa.

5. Lamindo Indonesia

Satu lagi website marketplace baru di Indonesia, Lamindo Indonesia dengan berbekalkan pengalaman dari rocket Internet masuk ke dalam ranah marketplace di Indonesia. Perusahaan ini menggunakan pengaturan teknis seperti Lazada Indonesia. Sehingga namanya di laman Lamindo pun adalah Lamindo by Lazada. Marketplace ini ada di ranking ke 443 di Indonesia versi ranking Alexa.

6. Rakuten Belanja Online


Rakuten Belanja Online awalnya berada di bawah naungan MNC Group, sebuah perusahaan media raksasa di Indonesia. Namun saat ini Rakuten sudah berpisah dengan MNC dan mulai berjalan sendiri. Anak perusahaan dari raksasa e-shopping Jepang ini masih yakin dan optimis bahwa dia akan mendapatkan pasarnya tersendiri di marketplace Indonesia. Ranking yang diraih Rakuten saat ini adalah ke 447 di Indonesia menurut ranking Alexa.

Bisnis Online Menguntungkan

Memulai bisnis biasanya memerlukan modal yang cukup besar agar bisa berjalan, namun atas kehadiran internet, sekarang kamu bisa memulai bisnis tanpa perlu banyak modal atau bahkan tanpa modal satu peserpun. Dengan menggunakan jasa marketplace, kamu bisa membuka bisnis online-mu dengan mudah. Dan pastinya sangat menguntungkan karena internet bisa dijangkau oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja, sehingga kemungkinanmu untuk meraih keuntungan lebih besar. Jadi, bisnis online bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi kamu.
Ingin Memulai Usaha? Lakukan 8 Cara Ini - Modal usaha dimiliki banyak orang. Akan tetapi, tidak sedikit orang gagal memanfatkannya dengan baik. Alih-alih usaha berkembang baik, justru modal usaha hangus begitu saja. Bisa jadi, kesalahan yang terjadi karena kurang tepatnya seseorang dalam mengalokasikan modal. Selain itu, bisa juga karena orang tersebut tidak mampu bertahan melawan tantangan membangun usaha serta tidak mengelola modalnya dengan benar.
Ingin Memulai Usaha
Ingin Memulai Usaha

Berikut ini referensi yang perlu Anda perhatikan ketika ingin membangun usaha dengan baik.

1. Cari Role Model 

Orisinalitas dalam membangun sebuah usaha memang dibutuhkan. Akan tetapi, tidak serta merta Anda mengabaikan referensi untuk Anda berpijak. Untuk itu, carilah role model atau mencari contoh model usaha yang telah sukses. Kemudian, pelajarilah dengan baik. Namun demikian, jika Anda tidak menemukan, bisa jadi bentuk usaha Anda tidak pernah berhasil sebelumnya. Tidak ada salahnya mencoba, asalkan Anda lebih realistis saja.

2. Cari Rekan Kerja

Ada pepatah mengatakan bahwa dua kepala lebih baik daripada satu. Untuk itu, carilah rekan kerja untuk Anda ajak diskusi. Biasanya ide kreatif akan muncul saat Anda sering melakukan brain storming. Kehadiran rekan kerja juga untuk menyokong Anda dari segi pendanaan. Biasanya, untuk memulai (start-up) membutuhkan modal yang tidak sedikit. Bantuan ide dan modal tersebut tentunya akan membuat Anda lebih ringan dalam memikul beban memulai usaha. Tindakan tersebut adalah upaya preventif menanggulangi kebangkrutan dan lilitan hutang yang biasanya dialami oleh orang yang memulai usaha.

3. Kerja Keras

Memulai usaha seringkali membuat Anda memulai semuanya sendiri. Misalkan saja, Anda membuka rumah makan. Anda bisa saja mencoba menjadi pelayan untuk mengetahui sifat konsumen dan strategi pelayanan sebelum akhirnya nanti Anda mampu untuk mengangkat pegawai. Pekerjan yang bisa dikatakan ditanggung sendiri dulu ini memang melelahkan. Jangan khawatir, lembur dan rasa lelah ini akan terbayar. Kerja keras pasti akan berbuah hasil yang manis.

4. Waktu Adalah Uang

Pepatah tersebut perlu Anda amalkan dalam menjalankan usaha. Misalkan saja, Anda memberikan harga Rp50.000,00 untuk satu jam waktu yang Anda pakai. Contohnya, Anda memerlukan waktu satu jam untuk mengantarkan barang ke pelanggan Anda. Jika Anda bisa meminta jasa pengiriman untuk mengantarkan barang Anda dengan Rp10.000,00, lebih baik Anda menempuh cara itu. Waktu yang tidak Anda pakai tadi lebih baik Anda gunakan untuk keperluan yang lebih penting. Hal itu disebut dengan efisiensi waktu. Sehingga Anda dapat bekerja lebih efektif.

5. Cari Karyawan Terbaik

Untuk membuat usaha lebih berkembang, cobalah untuk merekrut karyawan. Tentunya jika Anda sudah memiliki cukup modal. Anda tidak dapat terus-menerus menjalankan usaha sendirian. Saat Anda merasa usaha Anda sudah cukup siap, rekrutlah karyawan.

Namun, Anda juga perlu berhati-hati dan selektif dalam memilih karyawan. Hal pertama dan yang terpenting adalah mencari karyawan dengan sikap (attitude) yang baik. Selebihnya, pastikan calon karyawan bersedia untuk membantu Anda mencapai visi dari usaha Anda.

 6. Pelayanan Yang Paling Utama

Biasanya, orang akan menggunakan jasa atau memakai produk yang Anda hasilkan jika Anda memberikan pelayanan terbaik kepada mereka. Intinya adalah menjalin hubungan dengan komunikasi yang baik. Bersikaplah jujur dan transparan. Dengan begitu kepercayaan akan tumbuh. Saat kepercayaan itu muncul, Anda akan lebih mudah untuk melakukan promosi. Tidak mengapa jika Anda mematok harga yang tinggi. Yakinkan bahwa Anda pun akan memberikan pelayanan terbaik. Sehingga usaha Anda dapat terus berkembang.

7. Buat Perhitungan 

Untuk memulai usaha, pastikan Anda memperhitungan semuanya dengan terperinci. Maksudnya, Anda tahu berapa bayak uang yang Anda butuhkan untuk membangun usaha. Misalnya, saat Anda akan membangun sebuah toko, hitung berapa harga sewa toko, gaji karyawan, hingga hal remeh-temeh seperti harga pembersih lantai dan biaya bola lampu. Lalu, masukkan anggaran itu dalam jumlah hari produktif Anda membuka usaha dalam satu tahun. Sehingga Anda akan mengetahui angka dasar dan jumlah penghasilan minimal per hari yang harus Anda dapatkan. Jika tidak memenuhi, Anda perlu berpikir ulang untuk memulai usaha tersebut.

8. Selalu Update Informasi Terbaru 

Anda perlu untuk selalu mengikuti informasi termutakhir dan perkembangan zaman. Dalam hal ini mencakup penggunaan teknologi yang kian berkembang. Misalnya untuk menyimpan data penjualan Anda, gunakanlah komputerisasi awan untuk menjaga data Anda tetap aman dan abadi. Selain itu, gunakanlah media sosial sebagai ajang promosi. Atau mungkin, Anda dapat menggunakan aplikasi dalam ponsel pintar untuk memudahkan.

Semua Tergantung Pada Komitmetmen Anda

Langkah-langkah diatas memang tidak menjamin Anda akan menjadi pengusaha sukses nantinya, namun dapat membantu Anda bagaimana memulai usaha dengan mengurangi resiko-resiko yang tidak perlu. Karena suksesnya Anda tidak hanya tergantung dari cara dan langkah-langkah diatas, namun pada semua komitmen dan konsistensi Anda terhadap usaha yang Anda bangun.
5 Bisnis Online yang Paling Laku - Berada dalam zaman internet, tentunya semakin banyak peluang bagi kita untuk melakukan bisnis. Terdapat banyak keuntungan berbisnis online dibandingkan dengan bisnis biasa. Mulai dari mencari koneksi pelanggan dan pembeli, menghemat pengeluaran karena tidak perlu bayar sewa atau pajak tempat kita berjualan, dan kemudahan menunjukkan produk hanya melewati kiriman foto.
5 Bisnis Online yang Paling Laku
5 Bisnis Online yang Paling Laku

Apa saja jenis online yang paling laku sejauh ini? Berikut 5 di antaranya:

1. Produk Busana

Masyarakat modern tak dapat mengelakkan diri mereka dari konsumerisme, dan salah satu produk yang mereka selalu cari adalah busana. Mulai dari baju, celana, jaket, pakaian formal, dan masih banyak aneka ragam lainnya. Hal ini tak mengherankan, karena sandang telah menjadi bagian dari kebutuhan primer manusia sejak dahulu kala.  Ditambah lagi seiring berkembangnya zaman, manusia selalu ingin tampil menarik, modis, keren, dan berbeda dari yang lainnya, membuat mereka mengikuti perkembangan mode.

Kalian tentunya masih ingat, kan, pada awal tahun 2011 kaus jersey atau kostum sepak bola mulai populer sebagai bisnis online?

2. Produk Pangan

Makanan dan minuman online? Sudah tak asing lagi di zaman sekarang. Tapi bagaimana caranya para pembeli mengetahui rasa, bentuk, dan porsi makanannya? Mudah, dengan meng-unggah fotonya, dengan informasi mengenai rasa, seperti tingkat kepedasan, dan lainnya bersamaan dengan foto tersebut.

Jika kalian jeli, beberapa perusahaan makanan bahkan sudah menyediakan suatu paket pengiriman khusus produk makanan, sehingga makanan akan tetap terjaga dan utuh. Tidak hanya sampai di situ, beberapa dari mereka juga menyediakan tambahan berupa layanan antar agar makanan dapat tetap disajikan dengan hangat! Wow!

Biasanya, kuliner yang disajikan ini adalah makanan-makanan khas daerah atau musiman yang cenderung sulit untuk dapat dikonsumsi kapan saja, namun peminatnya banyak dan beragam di daerah-daerah lain. Baru-baru ini juga mulai terkenal dengan katering makanan sehat khusus untuk kalian yang sedang dalam program diet atau fitnesss.

3. Produk Elektronik

Perbincangan seputar produk elektronik, pasti tidak akan ada habisnya. Mulai dari ponsel pintar, kamera, laptop, perangkat komputer, dan lainnya. Pasti ada saja vendor yang meliris perangkat baru, baik itu Samsung, LG, Apple, BlackBerry, dan sebagainya. Konsumerisme masyarakat membuat mereka terus membeli produk-pruduk yang baru, inilah alasan mengapa pasar produk elektronik masih tetap tinggi.

4. Produk E-Book

Buku selalu kita butuhkan, baik sebagai buku bacaan, buku pelajaran bagi para mahasiswa, dan untuk bidang lainnya. Namun seringkali kita mendapati bahwa buku-buku ini hanya untuk beberapa kali penggunaan saja. Contohnya adalah belbuk.com. Banyak juga produk e-book yang bisa kita dapat di internet, seperti yukbisnis.com. Lumayan kan, daripada membeli buku baru yang lebih mahal.

5. Produk Handmade

Handmade artinya dibuat dengan tangan sendiri, yang artinya produk tersebut tidak diproduksi secara massal, alias  terbatas. Contohnya adalah kerajinan tangan, mainan, ukiran, lukisan, dan produk-produk lainnya yang membutuhkan pemesanan khusus dari pembeli.

Peluang Bisnis Baru

Jadi, itulah ke-5 jenis bisnis online yang paling laris di zaman sekarang. Apakah kalian sudah melakukan transaksi online untuk produk-produk tersebut? Sudah jelas terlihat bahwa bisnis online merupakan peluang bisnis yang menjanjikan dan membuka kesempatan berbisnis bagi para kaum muda dan entrepeneur.
Mulai Bisnis Tanpa Modal - Saat ini, semakin banyak uang yang dibutuhkan agar kita bisa hidup layak. Harga kebutuhan hidup yang semakin meningkat, seperti BBM, beras, listrik, bahan makanan, dll membuat gaji dari bekerja terasa sangat tidak cukup. Oleh karena itu, banyak orang yang berpikir untuk memulai bisnis supaya bisa mendapatkan pendapatan yang lebih besar atau sekedar untuk mendapat penghasilan tambahan. Namun, kendala yang biasanya dialami adalah tidak ada modal. Kebanyakan orang berpikir bahwa untuk memulai bisnis hingga sukses, dibutuhkan modal yang besar. Pemikiran ini tidak salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Sekarang kamu sangat bisa memulai bisnis tanpa perlu modal.

Untuk memulai bisnis, satu hal yang penting adalah ide besar tentang apa yang akan kamu lakukan. Cobalah mulai mengumpulkan ide bisnis berdasarkan keterampilan atau hobi kamu. Karena selain kamu akan lebih senang melakukannya, biasanya bisnis yang dimulai berdasarkan kedua hal itu tidak memerlukan modal. Banyak hal yang bisa dijadikan ide untuk memulai bisnis, untuk membantu kamu memikirkannya, kami akan memberikan beberapa ide bisnis yang bisa dimulai tanpa modal.

1. Penulis Lepas

Banyak orang yang memiliki keterampilan dalam menulis, dan jika kamu salah satunya, keahlian ini dapat kamu jadikan peluang untuk memulai bisnis. Saat ini, terdapat cukup banyak perusahaan yang membutuhkan penulis lepas untuk menulis artikel di website-nya. Selain itu, pekerjaan ini juga sangat nyaman, Karena kamu tidak perlu datang ke kantor, kamu dapat kerjakan dimana saja sehingga kamu juga bisa melakukan pekerjaan lainnya.

Meski terlihat remeh, namun jangan anggap remeh penghasilan yang bisa didapatnya. Dengan melakukan pekerjaan ini, kamu bisa mendapatkan uang jutaan rupiah. Misalkan untuk satu artikel, kamu mendapat 10.000 rupiah. Jika dalam sehari kamu dapat menulis 5 artikel saja, maka dalam 1 bulan kamu akan mendapatkan 1.5 juta rupiah. Tentunya pekerjaan ini akan sangat menyenangkan untuk kamu yang memang gemar dan terampil dalam menulis.

2. Dropshipper/Reseller

Kedua istilah ini pasti sudah cukup akrab bagi kamu yang sering belanja di dunia online. Pada dasarnya, dropshipper atau reseller adalah orang yang menjual produk orang lain. Keuntungan dari memulai bisnis sebagai dropshipper atau reseller adalah kamu tidak perlu mengeluarkan biaya produksi dan menyediakan stok barang. Tugas kamu adalah menyampaikan pesanan pembeli kepada produsen. Yang penting untuk kamu lakukan agar sukses dalam bisnis ini adalah menemukan produsen yang tepat, dalam arti produknya berkualitas baik, dan mencari pembeli yang banyak serta memberikan pelayanan terbaik agar mereka menjadi pembeli setia kamu. Penghasilan dari menjadi reseller bisa sangat besar, tergantung dari apa yang kamu jual dan seberapa banyak penjualan kamu. Jadi kalau kamu merasa jago dalam menjual barang, kamu bisa mulai memikirkan tentang ide ini.

3. Bisnis di Bidang Jasa/Pelayanan

Memulai bisnis tidak akan perlu modal jika kamu bergerak di bidang jasa atau pelayanan. Dalam bidang ini, yang diperlukan adalah keterampilan, koneksi dan kepuasan konsumen. Banyak bisnis yang bergerak di bidang jasa yang dapat dikembangkan, misal bisnis tiket pesawat, bisnis travel, bisnis penyalur asisten rumah tangga, dll. Contoh jasa travel ke Pulau Seribu, dalam bisnis ini, kamu hanya perlu mengenal dan mempercayai satu orang lokal untuk menjadi orang lapangan, yang mengatur seluruh kegiatan tamu di pulau. Tugas kamu adalah memasarkan bisnis ini dan mengatur perputaran uangnya. Keuntungannya sangat besar dan bisnis ini dapat kamu kerjakan dimana saja. Kunci utama untuk sukses di bisnis ini adalah kepuasan pelanggan. Semakin banyak pelanggan yang puas, bersiaplah untuk sukses di bisnis ini.

4. Blogger

Memulai bisnis ini, selain tidak perlu modal, juga dilakukan sesuai kesenangan kamu. Jadi pastinya bisnis ini selain menjanjikan, juga sangat menyenangkan untuk dilakukan. Istilah fashion blogger, food blogger, dan travel blogger banyak kita jumpai sekarang ini. Sekilas mungkin pekerjaan mereka terlihat tidak menghasilkan uang, malah buang-buang uang, namun ternyata dengan menjadi blogger, penghasilan yang kamu dapatkan besar loh.

Jika banyak orang yang membuka blog kamu setiap harinya, dan orang tertarik untuk memasang iklan di blog kamu, maka kamu akan mendapatkan pendapatan darinya. Tugas kamu adalah terus memperbaharui blog kamu sehingga menarik sehingga semakin banyak orang yang mengunjungi blog kamu. Melakukan hobi, senang-senang, dan mendapatkan uang, menyenangkan banget kan?

Sebenarnya masih banyak sekali ide untuk memulai bisnis tanpa modal yang bisa kamu lakukan, namun kami menyediakan 4 pilihan ide di atas karena keempat bisnis inilah yang sedang tren saat ini. Jadi, memulai bisnis itu ternyata tidak perlu modal besar kan? Sudah banyak contoh sukses dari orang-orang yang menjalankan bisnis di atas. Kalau mereka bisa, kamu juga pasti bisa. Selamat menjadi pengusaha!
Jurusan Kuliah Favorit yang Akan Dibutuhkan Tahun 2020 Mendatang - Walaupun masih lulus kuliah tahun depan, tetapi sebagai calon mahasiswa tentu Anda harus memilih jurusan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan nantinya.
Jurusan Kuliah Favorit yang Akan Dibutuhkan Tahun 2020 Mendatang
Jurusan Kuliah Favorit yang Akan Dibutuhkan Tahun 2020 Mendatang

Perkembangan teknologi yang pesar beberapa tahun terakhir ini, membuat banyak lapangan pekerjaan baru, seperti content writer, grafik desainer, UI/UX desainer dan lainnya.

Profesi baru ini bermunculan karena adanya kebutuhan perusahaan yang juga mengikuti perkembangan teknologi.

Nah, Macquarie Universty, universitas peringkat 9 terbaik di Australia serta peraih bintang 5 dari QS World University Ranking, memperkiraan program studi yang paling dibutuhkan di tahun 2020.

Apa saja jurusan kuliah favorit tersebut? Berikut ulasannya!

5 Jurusan Kuliah Favorit yang Akan Dibutuhkan Tahun 2020 Mendatang!

1. Ilmu Kesehatan dan Psikologi

Jumlah kepadatan populasi dunia yang meningkat, tentunya berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga profesional di bidang kesehatan dan psikologi.

Di tahun 2020 nanti, diprediksi akan dibutuhkan lebih dari 40% tenaga profesional pada layanan kesehatan fisik dan mental.

Jumlah penduduk yang semakin berkembang pesat, nyatanya akan membuat munculnya permasalahan kesehatan dan juga mental. Maka dari itu, Ilmu Kesehatan dan Psikologi menjadi jurusan kuliah favorit yang akan dibutuhkan nantinya.

Dengan demikian, dibutuhkan tenaga profesional di bidang kesehatan, entah itu dokter atau tenaga medis lainnya.

Tak hanya medis secara fisik, sarjana psikologi juga akan dibutuhkan untuk mengatasi masalah mental seperti stres, depresi, dan anxiety disorder yang terus meningkat.

2. Akuntansi, Bisnis dan Matematika

Tahukah Anda? Ternyata permintaan untuk profesional akuntan dan keuangan meningkat sebesar 44% dan diperkirakan akan tumbuh lebih besar sebanyak 22% lagi pada tahun 2020 nanti.

Tak hanya itu, kebutuhan profesional di bidang studi matematika dan statistik diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 10% di tahun 2020.

Dua jursuan kuliah favorit ini, memang menjadi kebutuhan dalam segala sektor bisnis dan keuangan. Apalagi dengan adanya era digital yang semakin berkembang, mereka membutuhkan tenaga ahli untuk melakukan pengolahan data.

3. Teknik, Hukum dan Guru

Dengan adanya perkembangan revolusi industri 4.0 saat ini, tenaga profesional di bidang teknik masih akan menjadi ujung tombak.

Diprediksi, kebutuhan insinyur dari jenjang sarjana atau pascasarjana, akan meningkat sebanyak 22% pada tahun 2020.

Selain itu, kebutuhan pengacara juga akan meningkat 17,6% di tahun 2020.

Selain kedua jurusan itu, tenaga profesional guru juga akan meningkat, mengingat banyaknya anak-anak yang masih belum merasakan pendidikan sekolah.

Diperkirakan, permintaan akan profesional pendidikan usia dini meningkat sebesar 27% dan guru pendidikan sebesar 21%.

4. Teknik Informasi

Dalam 5 tahun terakhir, permintaan untuk intelijen dan analisis kebijakan data sudah tumbuh sebesar 21,4%, lho.

Tapi kenyataannya, permintaan ini masih jauh dari kebutuhan di beragam industri seperti, teknologi, hiburan, keuangan, perbankan dan sebagainya.

Baca Juga: Sudah Daftar Beasiswa LPDP 2019 Tahap 2? Ini Dia Tipsnya Agar Anda Bisa Lolos!

Diperkirakan juga, di tahun 2020 nanti, permintaan untuk profesional ICT atau Information, Communication and Technology akan meningkat hingga 25,6%.

Pantas saja, jurusan favorit ini menjadi salah satu yang dibutuhkan di 2020 nanti dan akan menjanjikan prospek lapangan kerjanya di masa depan.

5. Desain Komunikasi dan Media

Di zaman perkembangan teknologi seperti sekarang,  media sosial semakin populer. Bagaimana tidak, hampir sebagian besar masyarakat dari berbagai umur dan latar belakang pasti bermain media sosial.

Dengan adanya perkembangan ini, berimbas pada banyaknya industri yang menggunakan media sosial untuk meraih tujuan perusahaan. Baik untuk menyampaikan campaign ke masyarakat secara maksimal hingga menjual produk.

Tentunya, untuk melakukan itu semua, diperlukan tenaga ahli yang mampu mengkombinasikan antara pemasaran dan pengolahan informasi dengan baik.

Pilihan program studi seperti jurusan kuliah favorit desain komunikasi visual, seni, jurnalistik, film dan bidang lain terkait industri kreatif akan mempunyai peluang kerja besar dengan tumbuhnya era digital.

Diperkirakan kebutuhan tenaga profesional di bidang kreatif akan meningkat sebanyak 15% di tahun 2020. Kebutuhan ini akan berasal dari bidang periklanan, pemasaran dan hiburan.

Bagaimana, sampai sini sudah tahu akan memilih jurusan kuliah favorit yang mana? Memang, memilih jurusan untuk kuliah bisanya membingungkan, karena nantinya akan sangat berpengaruh di masa depan saat meniti karir.

Maka dari itu, pastikan Anda memilihnya sesuai dengan passion yang ada dalam diri.

Mulailah melakukan riset dan tanyakan pada diri sendiri, apa sebenarnya yang Anda ingin cari nanti? Ingin menjadi apakah Anda setelah lulus kuliah?

Anda bebas untuk bermimpi setinggi-tingginya karena setiap orang memiliki kesempatan untuk mewujudkan cita-cita.
Perusahaan raksasa teknologi seperti Facebook, Dropbox, dan Instagram berawal dari perusahaan start-up yang mampu meraih kesuksesan dengan baik. Jangan melihat perusahaan start-up sebagai tren bisnis saja, sebab ada beberapa pelajaran keuangan pribadi yang bisa dipelajari.

Berikut ini 3 cara berpikir perusahaan start-up yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kondisi keuangan Anda.

3 Cara Berpikir Perusahaan Start-Up, Bisa Meningkatkan Kondisi Keuangan

1. Jangan Berfokus Pada Banyak Hal

Para pendiri start-up menemukan bahwa layanan yang melakukan satu hal dengan sangat baik lebih bagus daripada layanan yang mencoba melakukan banyak hal.

Peter Thiel, seorang Co-Founder dari PayPal menyarankan semua pengusaha pemula untuk berpikir keras dan mengejar satu ide yang tidak dilakukan orang lain.

Jika dikaitkan dengan keuangan pribadi, Anda harus membuat sesuatu menjadi sederhana dan berfokus pada tujuan atau masalah keuangan yang ingin diselesaikan.

Misalnya saja, Anda berfokus untuk menghilangkan utang kartu kredit yang berbunga tinggi atau berfokus mengumpulkan dana untuk membeli rumah pertama.

2. Jangan Takut Salah dan Mengubah Rencana

Payal Kadakia adalah seorang pendiri Classtivity yang merupakan layanan kelas kebugaran dengan model membayar per kelas. Setelah 2 tahun beroperasi, layanan yang diberikan tidak menarik oleh banyak orang.

Kemudian ia menjadikan Classtivity menjadi ClassPass dengan langganan USD 99 dan memungkinkan para pengguna pergi ke kelas mana pun untuk ikut berpartisipasi.

Dengan sedikit mengubah metode layanan, Classpass menjadi bisnis yang bernilai USD 470 saat ini.

Jika rencana keuangan Anda tidak berfungsi sama sekali, maka inilah saatnya untuk mengubah rencana dan melakukan berbagai perbaikan.

Perubahan tidak bisa dihindari dan sambutlah perubahan tersebut agar bisa memperbaiki situasi keuangan Ada.

3. Melakukan Outsourcing Untuk Hal yang Tidak Penting


Jeff Haynie seorang CEO Appcelerator mengungkapkan bahwa perusahaan start-up selalu melakukan outsourcing untuk menekan biaya yang tidak diperlukan.

Anda harus mulai memetakan tugas dan menentukan mana tugas yang sebaiknya dilakukan oleh orang lain.

Dengan melakukan outsourcing pekerjaan, maka Anda bisa berfokus pada kegiatan operasional inti dengan baik.

Dalam hal keuangan bisa jadi Anda kesulitan untuk mengatur keuangan, sulit membuat anggaran, atau sulit menemukan penawaran terbaik saat akan berbelanja.

Anda tidak harus melakukan outsoursing dengan mempekerjakan orang lain mengelola keuangan.

Jika pasangan lebih baik dalam mengatur keuangan, Anda bisa membiarkan semua penghasilan diatur dengan baik oleh pasangan saja.

Hal yang penting untuk diingat dalam mengatur anggaran keuangan adalah menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi.

Jika Anda termasuk ke dalam investor pemula dan memiliki profil resiko konservatif, maka mulailah berinvestasi pada produk yang rendah resiko dan modal yang minim.
Persaingan bisnis semakin ketat, membuat Anda tertantang untuk menjalankan strategi promosi yang efektif. Untuk menjalankan bisnis yang sukses tentu tak lepas dari upaya promosi yang luar biasa untuk memperkenalkan dan mempopulerkan produk Anda.


Tahu kan Anda, bahwa promosi dari mulut ke mulut merupakan salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan bisnis Anda? Berikut alasannya!

3 Alasan Mulut ke Mulut adalah Cara Terbaik untuk Menumbuhkan Bisnis

1. Kepercayaan Pelanggan

Percayakah, ketika pengalaman baik dari pelanggan saat membeli produk Anda dapat menjadi salah satu keuntungan untuk Anda?

Misalkan, memberikan bonus untuk pelanggan setia Anda, hal ini akan menjadi pengalaman baik untuk pelanggan.

Sehingga kemungkinan besar pelanggan tersebut akan memberi tahu tentang produk Anda kepada teman-temannya dan produk Anda akan diketahui dari mulut ke mulut.

Itulah alasan mengapa pentingnya memberikan kualitas juga pengalaman terbaik dari bisnis yang Anda diciptakan dan jangan kecewakan pelanggan.

2. Menghemat Waktu dan Biaya

Ketika kepercayaan pelanggan sudah di tangan, maka Anda sudah tidak perlu mengeluarkan biaya dan waktu yang banyak untuk menggembar-gemborkan promosi secara berlebihan.

Karena, secara otomatis pelanggan akan kembali lagi untuk membeli produk yang Anda ciptakan. Hal organik seperti ini lah yang menjadi tujuan utama dari para pebisnis.

3. Manfaatkan Kepercayaan Pelanggan

Penelitian dari Nielsen dan Edelman menunjukkan bahwa hampir setengah dari semua konsumen memercayai bisnis secara global dan 83 persen orang Amerika lebih memercayai rekomendasi dari teman dan keluarga.

Ciptakan inovasi baru yang membuat pelanggan Anda penasaran tingkatkan terus kualitas produk.

Selain bisa mempertahankan eksistensi pelanggan lama, pelanggan lama tersebut juga tak keberatan untuk mengajak para pelanggan baru secara langsung ataupun tak langsung.

Pihak pelanggan akan merasa tertarik dan terus menantikan beragam upaya inovasi yang kita lakukan maka promosi dari mulut ke mulut akan berjalan lancar.
Bisnis katering yang identik dengan suasana suka cita, mampu dibawa ke suasana yang jauh berbeda oleh seorang David Storke, pebisnis asal Amerika Serikat.

Ide ini lahir ketika David melihat banyaknya karangan bunga duka cita yang berharga mahal terbuang sia-sia begitu saja.

Ia berpikir bahwa seharusnya seseorang yang sedang berduka lebih membutuhkan makanan dibandingkan bunga.

Makanan yang Ia jual lewat situs mealgifts.com ini diklaim olehnya sebagai makanan yang murah, sehat namun efektif untuk mengungkapkan rasa duka.

2. Menjual Oksigen dalam Botol

Moses Lam adalah salah satu pria yang memiliki ide unik untuk berbisnis, Ia menjual oksigen di dalam kemasan botol.

Produk yang ia pasarkan lewat situs Ebay ini adalah hasil dari pemikirannya yang menganggap bahwa sekarang dunia sudah dipenuhi oleh pencemaran udara.

Percaya atau tidak, botol yang berisi oksigen dari pegunungan Rocky ini totalnya memiliki isi hingga 7,7 liter dan dijual seharga USD 160 atau setara dengan Rp 2,3 juta.

Kini 4000 botol bahkan sudah disiapkan oleh Moses untuk segera dikirim ke Kanada.

3. Jasa Mendengarkan Curhat

Setiap orang pasti pernah mengalami masalah, baik itu masalah sepele atau masalah besar di hidupnya.

Tapi, tidak semua orang bisa menceritakan masalahnya ke orang lain karena takut dihakimi atau dipermalukan oleh orang tersebut.

Hal tersebut membuat orang-orang ini rela menyewa Takanobu Nishimoto, pria asal Jepang yang siap mendengarkan segala keluh kesah permasalahan orang.

Semakin banyaknya permintaan untuk mendengarkan curhat ini membuat Takanobu berinisiatif untuk membuka usaha bernama Ossan Rental, tempat untuk menampung cerita banyak orang.

Dengan tarif sekitar USD 10 atau setara dengan Rp 142 ribu, sudah banyak orang yang merasa terbantu berkat jasa Ossan Rental ini.

4. Menjual Cincin Bekas Pertunangan

Pernikahan bisa dibilang menjadi momen yang paling bahagia seumur hidup, namun bagaimana jika gagal? Tentu saja momen ini akan menjadi momen paling mengesalkan seumur hidup.

Banyak pasangan yang gagal menikah dan ingin membuang seluruh kenangannya, termasuk cincin pernikahan. Tapi, karena harganya yang mahal terkadang malah sayang juga untuk membuangnya.

Joshua Opperman pun berpikiran hal yang sama, pengalaman gagal menikahnya malah membuatnya menyadari sesuatu dan memberikannya ide usaha yang unik.

Kini ia mendirikan sebuah marketplace khusus untuk menjual cincin bekas pertunangan.

5. Jasa Menyalurkan Amarah

Jika sebelumnya ada jasa mendengarkan curahan hati, lantas ada pula jasa menyalurkan kekesalan hati.

Rasa marah adalah salah satau emosi yang dimiliki manusia. Rasa marah ini biasanya bisa menimbulkan tindakan lanjutan seperti ingin berbuat jahat kepada seseorang.

Tapi tentu saja hal itu akan membuat Anda berakhir di penjara. Melihat fenomena ini, Shawn Barker dari Texas menciptakan ide kreatif untuk membuka jasa menyalurkan amarah.

Ia menciptakan ruangan lengkap dengan segala isi yang bisa Anda hancurkan untuk menyalurkan amarah Anda.
Di zaman yang sudah serba canggih ini, rasanya sudah tidak aneh lagi jika bisnis online menjadi bisnis yang paling digandrungi oleh masyarakat.

Anda tidak perlu mengeluarkan modal yang besar untuk membuka toko, menggaji karyawan, atau hal lainnya.

Karena kepraktisannya inilah mengapa akhirnya bisnis online bisa dibilang sebagai bisnis yang sangat menjanjikan.

Baca Juga: Ingin Berbisnis Kaos Online? Ini Beberapa Hal yang Perlu Anda Ketahui

Namun bisnis tetaplah bisnis, baik konvensional maupun online pasti memiliki tantangan dan risiko tersendiri.

Nah, untuk Anda yang ingin membuka bisnis online dalam waktu dekat, waspadai 5 tantangan ini ya!

Mau Memulai Bisnis Online? Waspadai 5 Tantangan Ini!

1. Kompetitor

Tantangan pertama yang harus anda hadapi adalah kompetitor. Karena kemudahannya, maka secara tidak langsung akan banyak pula orang yang menggeluti bisnis online ini.

Dengan munculnya banyak kompetitor, Anda harus jeli dan selalu bertindak kreatif. Sebagai pelaku bisnis Anda harus menawarkan sesuatu yang unik dan berbeda demi menarik minat konsumen.

Tapi perlu diingat juga ya bahwa kompetitor tidak selalu berperan sebagai pesaing bisnis Anda. Anda juga bisa banyak belajar dari kompetitor yang lebih besar dan sudah terjun duluan sebelum Anda.

2. Perilaku Konsumen

Selama berbisnis online, Anda pasti akan menemukan berbagai macam karakter konsumen. Ada yang jahil, banyak bertanya, atau banyak maunya.

Konsumen juga biasanya sering membuat bingung, namun Anda harus tetap mampu mengurus mereka semua, bersikaplah jeli dan ramah terhadap setiap konsumen.

Niscaya hal ini akan membuat bisnis online Anda memiliki reputasi dan ulasan yang bagus sehingga membuat keuntungan bisnis Anda selalu terjaga.

3. Perkembangan Pesat Teknologi

Pada dasarnya teknologi akan selalu berkembang. Begitu juga seharusnya yang Anda lakukan terhadap bisnis online Anda, selalu mengikuti tren teknologi saat ini.

Jika awalnya Anda hanya berbisnis melalui media sosial, cobalah untuk memasarkan produknya lewat e-commerce, lalu jika Anda hanya memasarkan hanya pada satu e-commerce, cobalah pasarkan pada e-commerce lainnya, dan begitu seterusnya.

Selalu pelajari hal baru dan jangan pernah melewatkan perkembangan teknologi yang ada.

4. Bahaya Penipuan

Sejak internet semakin marak di masyarakat Indonesia, penipuan pun kini jadi lebih banyak kita jumpai di sana.

Anda harus sangat berhati-hati dengan hal ini, karena penipuan bukan hanya bisa menimpa Anda saja sebagai penjual, tapi konsumen Anda pun bisa menjadi korbannya.

Atasi hal ini dengan membuat info secara resmi dan sebarkan secara berkala kepada konsumen Anda.

5. Manajemen Keuangan

Layaknya bisnis konvensional, manajemen keuangan adalah satu hal penting yang harus diperhatikan.

Selalu catat semua pengeluaran dan pendapatan Anda ke dalam pembukuan. Dengan adanya catatan ini, Anda tidak perlu repot-repot jika nantinya ada hal aneh yang muncul di dalam aktifitas bisnis Anda.

Anda juga bisa menganalisis bisnis online Anda melalui catatan tersebut, jika hasilnya positif maka ada baiknya untuk membesarkan usaha Anda.
Mengubah dari hobi menjadi bisnis bukan lah hal yang aneh. Nah, jika memiliki keinginan untuk menjual hasil kerajinan Anda dan mengubah hobi menjadi bisnis paruh waktu atau penuh waktu.


Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui dalam cara memulai bisnis kerajinan tangan.

5 Tips Jitu untuk Memulai Bisnis Kerajinan Tangan

1. Teliti Permintaan Pasar

Ketika ingin memulai bisnis kerajinan tangan, pastikan produk Anda dimintati dipasaran.

Mulailah meneliti, apakah orang-orang senang mendapatkan produk Anda sebagai hadiah? Sudahkah orang menawarkan untuk membeli kreasi Anda?

2. Bedakan Produk Anda

Bedakan produk Anda dari pesaing. Misalnya, mungkin ada banyak pakaian anak-anak buatan tangan di luar sana.

Anda dapat mambuat model pakaian anak-anak yang berbeda dari yang lainnya, pastikan  memiliki ciri khas yang tak biasa dari kerajinan tangan Anda.

Namun, pikirkan juga masalah kenyamanan dan kualitas dari produk Anda. Cara untuk membedakan tidak hanya melalui model pakaian saja, tetapi meliputi bahan, kualitas pengerjaan dan desain yang unik.

3. Gunakan Nama Merek yang Unik


Pilih nama bisnis yang menarik bagi pembeli dan mengkomunikasikan apa yang Anda jual.

Pilih sesuatu dengan makna dan potensi merek yang kuat dan catchy itu bagus. Pastikan untuk memeriksa ketersediaan nama.

Ingatlah, pengacara dapat memandu Anda melalui proses hukum untuk mengamankan nama bisnis Anda.

4. Buatlah Strategi Penjualan

Cari tahu pendekatan penjualan yang banyak disukai dan sesuai pendekatan tersebut dengan target market serta produk Anda.

Sekarang ini penjualan secara online banyak diminati, karena lebih mudah dan dijangkau oleh masyarakat dari manapun.

Selain lewat sosial media, banyak sekali platform jual beli barang secara online yang dapat Anda manfaatkan.

5. Bagikan Kisah Anda

Konsumen berbelanja dengan pengrajin independen karena mereka menginginkan sesuatu yang unik yang tidak dapat mereka temukan di tempat lain.

Tetapi Anda dapat memberikan lebih banyak “keunikan” dengan membagikan kisah pribadi mengenai bagaimana produk Anda tercipta. Atau, motifasi yang menjadi inspirasi dari produk Anda.

Apakah anak-anak atau anggota keluarga Anda terlibat? Apakah Anda mendukung alasan apa pun dengan keuntungan Anda?

Bagikan ini di situs web Anda, di media sosial, dan di tempat lain untuk menciptakan daya tarik emosional untuk membangun kepercayaan dari pelanggan
Siapa yang tidak senang ketika mendapatkan hadiah? Seperti halnya dalam kehidupan pribadi, pemberian hadiah dapat menjadi bagian yang berarti dari kehidupan profesional dan hubungan bisnis.

Di bawah ini, beberapa alasan dan 5 hal yang perlu dipertimbangkan saat memberikan hadiah kepada pelanggan.

5 Hal yang Dipertimbangkan saat Memberikan Hadiah kepada Pelanggan

1. Mengapa Perlu Memberikan Hadiah?

Pemberian hadiah adalah cara ideal untuk membangun hubungan dengan klien dan untuk menunjukkan bahwa kami peduli.

Bagaimanapun, klien adalah sumber pemasukan perusahaan, mengirim hadiah ulang tahun, terima kasih, atau liburan adalah hal yang tepat untuk dilakukan.

Anda dapat menggunakan hadiah sebagai isyarat yang mengomunikasikan banyak sentimen kepada klien, termasuk rasa terima kasih, penegasan hubungan kerja yang kuat dan lainnya.

2. Siapa yang Harus Memberikan Hadiah?

Sifat pemberian hadiah itu sifatnya pribadi, bukan tugas untuk diserahkan ke departemen pemasaran Anda.

Sebaliknya, orang dalam organisasi yang memiliki hubungan terdekat dengan klien ataupun pelanggan lah yang seharusnya memberikan hadiah.

Di banyak perusahaan, yang biasanya memberikan hadiah kepada klien ataupun pelanggan ialah manajer penjualan, atau mungkin tim yang terdiri dari staf penjualan, pemasaran, dan pendukung.

3. Kapan Harus Memberikan Hadiah?

Ketika bisnis pertama kali dimulai, sebagai ucapan selamat, dalam perayaan ulang tahun klien, ataupun ucapan selamat saat hari-hari besar.

Pada dasarnya, waktu yang tepat untuk memberikan hadiah adalah ketika Anda ingin memberi tahu bahwa Anda menghargainya.

Menjaga relasi di dalam dunia bisnis memang sangatlah penting, tak hanya kepada perusahaan yang bekerjasama saja, tetapi para pelanggan loyal pun harus diperhatikan.

Semakin loyal dan puas pelanggan terhadap pelanan Anda, kemungkinan nama usaha yang Anda jalani semakin terkenal menjadi besar.

Ketika bisnis Anda semakin dikenal secara otomatis ekspansi perusahaan harus dilakukan. Namun, untuk melakukan sebuah ekspansi harus membutuhkan modal tambahan yang cenderung tak sedikit.
Menentukan harga produk yang ingin dijual memang bukan hal yang mudah. Bukan berarti Anda harus memberikan harga rendah agar cepat laku di pasaran, karena harga yang terlalu rendah dapet merugikan Anda. Demikian pula ketika diberikan harga tinggi, pelanggan akan merasa malas berbelanja di tempat Anda.

Anda harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya produksi dan bisnis, sasaran pendapatan, hingga harga pesaing.

Agar tak membuat semakin bingung dalam memnentukan harga, berikut ini adalah 3 cara untuk menentukan harga tepat untuk produk Anda.

3 Cara untuk Menentukan Harga Tepat untuk Produk Anda

1Memilih Strategi yang Tepat

Banyak yang memilih untuk menggandakan biaya produk untuk mendapatkan keuntungan yang banyak. Namun, sesungguhnya ketika Anda ingin menaikan harga lebih tinggi ataupun lebih rendah dari pasaran hal itu semua tergantung pada keadaan.

Berikut ini rumus mudah untuk membantu Anda menghitung harga eceran Anda:

Harga Eceran = [(Biaya barang) ÷ (100 – persentase kenaikan harga)] x 100

Misalnya, Anda membali produk dengan harga Rp100.000 dengan kenaikan harga jual sekitar 45%. Inilah cara Anda menghitung harga eceran:

Harga Eceran = [(Rp100.000) ÷ (100 – 45)] x 100

Harga Eceran = [(Rp100.000÷ 55)] x 100 = Rp181.818

Jadi Anda dapat menjual sekitar harga Rp182.000 (harga dibulatkan). Ini adalah cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menentukan harga produk yang akan dijual.

2. Menggunakan Harga yang Sudah Ditentukan atau MSRP

MSRP adalah Manufacturer Suggested Retail Price atau harga yang direkomendasikan pabrikan untuk digunakan pengecer saat menjual suatu produk.

Produsen pertama kali mulai menggunakan MSRP untuk membantu menstandarkan harga berbagai produk di berbagai lokasi dan pengecer.

Pengecer sering menggunakan MSRP dengan produk yang sangat terstandarisasi, contohnya seperti barang elektronik dan lain-lain.

Kelebihannya adalah Anda sebagai penjual dapat menghemat waktu hanya dengan menggunakan MSRP saat menentukan harga produk Anda.

Namun, dengan menggunakan MSRP Anda tidak dapat bersaing dalam harga dan sebagian besar pengecer di industri tertentu akan menjual produk itu dengan harga yang sama.

3. Harga Paketan

Banyak toko yang menjual barang secara grosisan/paketan/bundling, contoh umum yang sering digunakan biasanya menjual kaus kaki, pakaian dalam, dan kaos.

Sebuah penelitian yang meneliti efek produk bundling yang ditemukan pada hari-hari awal konsol genggam Game Boy Nintendo.

Ternyata, pembelian lebih besar ketika produk tersebut dijual secara bundling daripada ketika menjual produk secara satuan.

Pengecer menggunakan strategi ini untuk menciptakan nilai yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah dan pada akhirnya dapat mendorong peningkatan volume pembelian.

Menentukan harga dalam penjualan membutuhkan banyak perhitungan dan strategi, karena tidak ada yang ingin bisnis yang dijalani menjadi merugi.
Memiliki bisnis yang sukses dan berkembang adalah impian banyak orang. Sesungguhnya untuk mencapai kesuksesan tersebut membutuhkan sebuah strategi dan keseriusan. Sebagai pebisnis pemula Anda harus bisa membagi waktu dan tenaga yang lebih untuk membangun bisnis baru Anda.

Namun tak jarang para pebisnis baru melupakan rencana keuangan dalam bisnisnya. Jangan sampai Anda sebagai pebisnis pemula melupakan hal-hal tersebut. nah , ini adalah 5 alasan kenapa pebisnis pemula sering mengalami kegagalan.

5 Alasan Pebisnis Pemula Sering Mengalami Kegagalan

1. Tidak Merencanakan Pengeluaran Tak Terduga

Pebisnis pemula sering melupakan masalah pengeluaran tak terduga ketika membuat rencana keuangan. Hal tersebut dapat berimbas kegagalan dan sulit mendapatkan keuntungan.

Penting bagi pebisnis pemula untuk mempersiapkan dan merencanakan dana untuk hal-hal tak terduga agar tidak terjadi kerugian ataupun over budgeting.

Mengalokasikan dana untuk biaya tak terduga sangat berguna pada masa-masa sulit dan membantu menjaga bisnis tetap bertahan selama masa-masa sulit tersebut.

2. Membuat Rencana Keuangan yang Terstruktur

Sangat penting bagi pebisnis pemula untuk memastikan keseimbangan antara pemasukan, pengeluaran, utang dan keuntungan. Karena, banyak sekali pebisnis yang gagal untuk mengatur keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Karena pengaturan keuangan yang kurang matang, sering terjadi ketidak seimbangan dimana pengeluaran lebih banyak dibanding pemasukan. Atau terlalu banyak hutang dan tidak cukup ekuitas sehingga menciptakan krisis pada keuntungan.

3. Membuat Matrik yang Salah

Sering sekali pebisnis pemula hanya memfokuskan pada harga produk dan perkiraan pemasukan saja dibandingkan membuat perhitungan detail mengenai penghasilan pendapatan, laba bersih & arus keuangan.

Hal ini sebenarnya sangat penting, sebagai pebisnis sebaiknya mempelajari bagaimana membuat pembukuan dengan matrik yang benar. Sehingga semua keuangan yang masuk dan keluar bahkan perkembangan bisnis Anda pun akan terlihat jelas.

4. Tidak Memiliki Strategi yang Tepat

Sering sekali pebisnis pemula tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara mengatur keuangan agar tidak terjadi besar pasak daripada tiang.

Yang terjadi adalah Anda akan terkesan terburu-buru bertindak karena tidak membuat rencana keuangan yang matang, sehingga dapat terjadi kerugian.

Untuk menghindari hal ini, Anda harus memahami seberapa matang bisnis Anda dan mengetahui apakah memang sudah saatnya untuk menambahkan modal pada bisnis yang Anda kelola.

Namun jika memang Anda sudah menyusun strategi dan perhitungan yang tepat. Ketika Anda rasa memang benar-benar membutuhkan pinjaman modal tambahan, Anda dapat mengajukan pada platform yang memiliki sistem P2P Lending seperti di KoinWorks.

Anda bisa mendapatkan modal tambahan yang cepat dan mudah, mulai dari Rp10 juta hingga Rp2 miliar. Dengan bunga flat 0,75% hingga 1,67% per bulan, Anda bisa dengan mudah mengembangkan bisnis yang sedang Anda jalani.

5. Tidak Fokus Terhadap Rencana Bisnis yang Telah Dibuat

Pebisnis pemula sering mengabaikan aspek keuangan dan akuntansi dari bisnis mereka dan sering hanya terfokus pada semangat, praktik dan bagaimana mewujudkan visi & misi dari rencana bisnis saja.

Kurangnya perhatian terhadap aspek keuangan dapat menyebabkan kerugian dan ketidakstabilan usaha. Oleh karena itu, Anda harus seimbangan antara rencana keuangan dan semangat untuk menjalankan bisnis yang sukses.

Itulah beberapa alasan mengapa pebisnis pemula sering mengalami kegagalan. Sebisa mungkin Anda harus menghindari hal-hal yang telah disebutkan di atas.

Jangan sampai kegagalan terjadi juga pada bisnis impian yang telah Anda rencanakan. Semoga menolong Anda untuk mewujudkan kesuksesan pada bisnis Anda!
Mungkin masih banyak dari Anda yang bingung cara memasarkan produk tanpa hard selling. Tidak terlalu banyak kata-kata yang digunakan namun target memahami detail dari produk. Yang Anda harus lakukan adalah menggunakan teknik soft selling.

Sesungguhnya teknik ini sedang populer dalam memasarkan produk. Namun ini menjadi tantangan tersendiri, karena kita harus memasarkan produk kita secara sederhana dan mendapat kepercayaan dari konsumen. Maka dari itu berikut adalah tips jitu memasarkan produk Anda dengan teknik soft selling.

Tips Jitu Memasarkan Produk Anda Dengan Teknik Soft Selling

1. Gunakanlah Kalimat Sederhana yang Menarik

Anda sebisa mungkin harus meminimalisir dalam penggunaan kata-kata dalam memasarkan produk Anda. Sebagai penggantinya anda bisa menggunakan ilustrasi yang dapat menggambarkan produk Anda.

Bisa dalam bentuk fotografi, ikon, ataupun testimoni dari pengguna produk Anda. Anda hanya perlu fokus pada kata-kata yang  dapat menggambarkan secara penuh fungsi utama produk yang akan dipasarkan.

2. Penggunaan Gambar yang Sesuai Strategi

Coba Anda berpikir apa yang dapat menarik perhatian konsumen agar membeli dan mencari tahu produk anda. Jika visual dapat lebih menarik perhatian, maka gunakanlah hal tersebut menjadi strategi utama Anda dalam memasarkan produk.

Visual yang Anda gunakan pun harus sesuai dengan produk yang Anda pasarkan. Misalkan jika Anda ingin memasarkan gelang, tentunya Anda dapat menggunakan fotografi untuk memasarkan dan mengkomunikasikan produk Anda. Dan itu semua dapat meminimalisir penggunaan kata-kata dalam produk Anda.

3. Berlatih Melayout Agar Produk Semakin Menarik

Nah, ketika Anda sudah menemukan kata-kata yang sudah dapat menggambarkan penuh mengenai produk Anda, dan sudah mendapatkan visual yang sesuai.

Sekarang saatnya untuk menggabungkan keduanya dengan tata letak yang tepat dapat membantu orang menyerap informasi yang dibutuhkan mengenai produk Anda.

Untuk itu Anda perlu banyak mencari tahu mengenai bagaimana mengatur tata letak yang baik. Agar tulisan dan gambar dapat menyatu dengan sempurna dan keduanya menjadi efektif.

Penggunaan kalimat yang sederhana dan visual yang jelas, dapat membantu agar konsumen memahami dengan jelas produk Anda. Dan akan jauh lebih menarik pembeli dibandingkan Anda menggambarkan dengan kalimat yang panjang dan rumit.

Itulah tips memasarkan produk Anda tanpa menggunakan banyak kalimat namun tergambarkan dengan baik.

Nah, jika anda sudah berhasil memasarkan produk Anda dengan baik dan bisnis Anda sudah berjalan selama kurang lebih 2 tahun. Kemudian merasa membutuhkan modal tambahan untuk bisnis Anda.
Dengan semakin banyak kebutuhan dan pengeluaran setiap bulannya, membuat banyak orang mulai mencari cara untuk mendapatkan lebih banyak penghasilan.

Salah satu cara yang cukup banyak menjadi pilihan masyarakat adalah dengan memulai bisnis sampingan selain bekerja secara full time di kantor.

Apakah Anda juga berpikir demikian? Jika saat ini Anda sedang berpikir untuk mendapatkan pendapatan sampingan, ini dia 8 langkah terbaik yang bisa dilakukan sebelum memulainya.

8 Tips Menjalankan Bisnis Sampingan dan Mendapat Penghasilan Tambahan

1. Miliki Komitmen

Jika Anda berpikir untuk menjalankan bisnis sampingan dan mendapat penghasilan tambahan, maka Anda harus memahami akan ada tambahan waktu kerja yang harus dilakukan setiap harinya.

Miliki komitmen untuk menjalani tambahan waktu kerja tersebut dengan membuat sebuah daftar kegiatan yang harus dilakukan setiap harinya.

Tuliskan pada agenda harian tentang berapa jam setiap harinya yang perlu Anda sisihkan untuk melakukan pekerjaan sampingan.

2. Lakukan Bisnis yang Sesuai Minat

Bisnis yang Anda jalankan tidak akan mampu berjalan dengan optimal, jika Anda sendiri tidak terlalu suka untuk menjalaninya.

Oleh sebab itu, pilihlah sebuah bisnis yang benar-benar Anda suka dan berminat untuk menjalankannya.

Jika Anda suka masak, jalankan bisnis warung makan di rumah Anda atau Anda suka mengajar anak-anak, maka tidak ada salahnya untuk membuka kursus privat.

Bisnis yang dijalankan dengan sepenuh hati mampu memberikan hasil yang optimal.

3. Miliki Keunggulan Kompetitif

Jika ingin menjalankan bisnis sampingan sdan mendapat penghasilan tambahan, Anda perlu memiliki poin penting ini.

Keunggulan kompetitif yang dimiliki dalam bisnis memungkinkan Anda untuk menghasilkan lebih banyak penjualan dan juga memperoleh lebih banyak pelanggan dibandingkan para pesaing.

Jangan menjadi bisnis yang biasa saja, miliki sebuah keunggulan unik yang berbeda dari para pesaing Anda. Hal inilah yang menjadi nilai tambah bisnis di mata para pelanggan yang menggunakan produk atau jasa.

4. Bisnis Sampingan Harus Memiliki Tujuan yang Terukur dan Bisa Dicapai

Bisnis sampingan yang dimiliki tidak akan bisa berkembang dan tumbuh, jika Anda selaku pemilik bisnis tidak memiliki tujuan yang terukur.

Tetapkan beberapa tujuan di masa depan berkaitan dengan bisnis yang sedang Anda jalankan saat ini.

Misalnya saja Anda memiliki tujuan untuk mendapatkan omzet Rp5 Juta dalam sebulan atau Anda ingin menambah varian produk yang ditawarkan kepada pelanggan.

5. Jangan Ragu Bekerja Sama dengan Orang Lain

Semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, Anda tidak memaksakan seseorang menjadi pribadi yang berbeda dalam menjalankan bisnis.

Jika Anda termasuk orang yang ahli di bidang penjualan, tetapi tidak memiliki modal yang cukup, maka Anda bisa bekerja sama dengan para pemilik modal untuk memasarkan produk atau layanan yang mereka miliki.

Intinya adalah lakukan yang terbaik apa yang bisa Anda lakukan!

Pahami setiap kelebihan yang dimiliki dan jangan lupa juga untuk menuliskan beberapa kelemahan yang Anda miliki.

Fokuslah pada kekuatan dan ajak orang lain bekerja sama di bidang yang menjadi kelemahan Anda.

6. Minta Umpan Balik Kepada Konsumen Anda

Bisnis sampingan yang Anda jalankan pasti membutuhkan konsumen agar bisa survive dan terus bertumbuh di masa depan.

Mintalah umpan balik tentang produk atau layanan yang Anda berikan sebab hal ini bisa sangat bermanfaat untuk memperbaiki layanan di masa depan.

Selain itu, umpan balik yang diberikan para konsumen sangat bermanfaat untuk memastikan bahwa Anda sudah memberikan sesuatu yang benar-benar diinginkan para pelanggan.

7. Jangan Lupakan Pekerjaan Utama Anda di Kantor

Seperti yang sudah kami sampaikan di atas bahwa bisnis sampingan yang dijalankan mengharuskan Anda menyisihkan lebih banyak waktu untuk bekerja mengurusi pekerjaan utama dan juga bisnis yang ada.

Meskipun Anda sudah memiliki bisnis sampingan, jangan lupa dengan pekerjaan utama yang dimiliki saat ini.

Jangan sampai Anda melalaikan tugas sebagai staff di sebuah perusahaan, karena terlalu fokus berbisnis sampingan.

Selain itu, jangan pernah menggunakan sumber daya perusahaan untuk menjalankan bisnis sampingan yang dimiliki seperti komputer, software, mesin fotokopi, dan lain sebagainya.
Siapa yang tidak suka hadiah ataupun diskon? Namun, sebagai pebisnis tentu bukan hal yang mudah untuk selalu memberikan hal tersebut kepada calon pembeli karena selain merusak harga pasaran, Anda juga membutuhkan uang yang lebih banyak sebagai modal.

Dibanding memberikan diskon kepada sembarang calon pembeli, mengapa tak membuatnya menjadi program loyalitas? Program loyalitas ini akan membuat pelanggan menjadi pengikut tetap dari merek Anda.

Tidak percaya? Berikut ini akan dibahas 5 alasan mengapa program loyalitas mampu meningkatkan penjualan.

5 Alasan Program Loyalitas Mampu Meningkatkan Penjualan

1. Mampu mengkonversi pelanggan baru untuk kembali membeli

Terlihat jelas bahwa pelanggan yang kembali lebih mungkin untuk melakukan konversi daripada pembeli pertama kali.

Namun, tahukah Anda bahwa kemungkinan mereka untuk berkonversi meningkat setiap kali mereka melakukan pembelian?

Setelah satu pembelian, ada kemungkinan 27% pelanggan akan kembali ke toko Anda. Setelah pembelian kedua, konversi tersebut melonjak menjadi 45%.

Akibatnya, pelanggan berulang lebih menguntungkan karena mereka cenderung berkonversi dan kemungkinan akan membelanjakan lebih banyak per pesanan.

Menjalankan program loyalitas yang tepat untuk merek Anda akan secara dramatis meningkatkan daya konversi program Anda.

Program loyalitas yang tepat untuk Anda tergantung pada banyak faktor, termasuk industri, tahap bisnis, dan profil pelanggan.

Namun, sementara kebanyakan orang memikirkan poin dalam hal program loyalitas, poin tidak selalu menjadi jawabannya.

Jika Anda memiliki pelanggan berulang dengan nilai masa pakai pelanggan yang tinggi, taruhan terbaik Anda adalah mengenalkan program VIP berjenjang.

2. Hadiah loyalitas membuat Anda lebih menonjol dari pesaing

Konsumen hari ini dihadapkan pada budget yang lebih ketat dan lebih banyak pilihan.

Ketika Anda memberi penghargaan kepada pelanggan untuk melakukan pembelian, Anda berarti telah menonjol sebagai penjual yang akan menawarkan barang lagi.

Saat ini, orang mulai mencari toko online yang menawarkan poin untuk semua jenis barang dagangan yang dijual.

Menawarkan poin kepada pelanggan Anda akan membantu Anda menonjol dalam kerumunan para penjual online sekaligus mampu membuat mereka menjadi loyal.

3. Mengumpulkan poin loyalitas


Penelitian menunjukkan bahwa satu anggota program loyalitas lebih baik daripada dua orang non-anggota. Mengapa?

Menurut survey, anggota akan menghabiskan 13% lebih banyak dibandingkan orang yang belum menjadi anggota.

Contoh: jika Anda memiliki kartu anggota Sushi Tei, Anda tahu bahwa di poin tertentu akan diberikan diskon saat makan di sana. Lalu, apakah Anda tidak menjadi berkeinginan untuk sering berkunjung ke Sushi Tei demi mengumpulkan poin?

Kebanyakan orang pasti akan lebih sering berkunjung setelah menjadi anggota dibandingkan belum menjadi anggota. Hal ini tentunya karena Anda mampu menawarkan keuntungan yang menarik bagi pelanggan.

4. Mendorong terjadinya referensi

Kekuatan pemasaran yang paling besar adalah kemampuan penyebaran berita dari mulut ke mulut, atau dapat disebut sebagai referensi.

Pelanggan yang mereferensikan bisnis Anda kepada temannya mungkin akan 100x lebih berpengaruh dibandingkan segala strategi pemasaran yang dapat dilakukan.

Dengan program loyalitas, orang cenderung akan memberikan referensi dan mengajak kerabat terdekatnya untuk melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan.

Dalam hal ini, pelanggan berarti mengajak mereka untuk melakukan pembelian dan meningkatkan omset dari bisnis Anda.

5. Mengkonversi pelanggan menjadi advokat merek

Mendapatkan pendukung merek akan memberikan Anda nilai yang lebih dari sekadar melakukan pembelian ulang karena mereka menjadi perpanjangan tim pemasaran Anda.

Mereka tidak takut untuk mempromosikan merek Anda secara pribadi di media sosial atau merekomendasikan produk kepada teman dan keluarga. Program loyalitas adalah salah satu bentuk terbaik untuk advokasi merek.

Nah, itulah tadi 5 alasan mengapa adanya program loyalitas akan mampu meningkatkan penjualan Anda.

Dalam prosesnya, cobalah untuk memulai program loyalitas jika saat ini Anda belum memilikinya.
Dijaman sekarang ini peran sosial media sangatlah besar, termasuk dalam penjualan. Maka dari itu, konten yang Anda suguhkan untuk memperkenalkan produk yang dijual sangatlah berpengaruh untuk mendapat kepercayaan pelanggan.

Untuk itu banyak sekali penjualan secara online dan offline menggunakan influencer dengan harapan untuk meningkatkan penjualan.

Namun, memilih influencer yang tepat untuk produk Anda bukanlah hal yang mudah, karena biaya yang dikeluarkan untuk menggunakannya tidaklah sedikit.

Untuk itu berikut ini adalah 5 tips untuk menemukan influencer yang tepat untuk produk Anda.

3 Tips untuk Menemukan Influencer yang Tepat untuk Produk Anda

1. Relevansi

Penting untuk Anda mencari tahu dan memahami gaya hidup, konten yang sering di unggah dan siapa follower dari influencer tersebut.

Hanya karena seorang blogger memposting resep bukan berarti mereka cocok untuk merek organik, dan penggemar olahraga yang mengerti teknologi tidak menjadikannya pertandingan yang sesuai untuk aplikasi game Anda.

Apakah Anda mencari fashionista, ibu rumah tangga yang aktif, atau peminum kopi? Bagaimanakah imej yang ingin digambarkan untuk produk Anda?

Ini adalah hal-hal penting yang harus dicari dalam konten dan audiens influencer.

2. Engagement

Engagement merupakan indikator seberapa interaktif para followers dari blogger tersebut dengan konten yang disuguhkan.

Apakah para followers tersebut merespons, berkomentar, dan membagikan informasi? Berapa persentase pembaca aktif dibandingkan baru?

Hal ini juga penting untuk cari tahu, karena tujuan utama Anda adalah untuk menarik pembeli baru yang berasal dari follower influencer tersebut.

3. Reach

Meskipun bukan metrik yang paling penting, reach tentu saja merupakan pertimbangan yang valid.

Jangan hanya terpatok pada seberapa banyak followers nya saja, karena hal tersebut belum tentu apa yang disuguhkan oleh influencer dapat mempengaruhi target audien.

Misalnya, jika Anda adalah pemilik hotel, traveller blogger dengan follower yang sedikit akan lebih berpengaruh daripada blogger makanan dengan 100.000 followers.

Penting juga untuk mempertimbangkan platform sosial apa yang dikunjungi pelanggan Anda.

Jika Anda adalah merek makanan atau mode, seseorang dengan banyak pengikut di Pinterest atau Instagram mungkin lebih berharga daripada inluencers di Facebook dengan basis penggemar yang besar.

Setiap bisnis harus memiliki strategi sendiri untuk strategi penjualan dan promosinya.

Maka dari itu ketika Anda memilih influencer untuk perkembangan penjualan, dibutuhkan perhitungan agar tidak menjadi investasi yang sia-sia
 Berbisnis dalam bidang apapun pasti diharuskan untuk mengelola uang dengan baik. Biarpun bisnis yang Anda bangun belum tergolong bianis yang besar, tetap harus mengelola keuangan dengan baik.


Hal ini bertujuan agar arus kas tidak defisit di mana jumlah pengeluaran melebihi pendapatan.

Untuk itu, berikut 5 cara jitu mengelola keuangan untuk Anda yang memiliki bisnis usaha kecil.

5 Cara Jitu Mengelola Keuangan untuk Bisnis Usaha Kecil

1. Buat Pembukuan

Anda harus melakukan pembukuan atau pencatatan yang lengkap mengenai pemasukan, pengeluaran setiap hari, serta utang dan aset yang dimiliki.

Dengan begitu Anda tahu apakah bisnis Anda mengalami kerugian atau keuntungan. Anda juga bisa mengecek jika ada uang yang terselip.

2. Bayar Tagihan Tepat Waktu

Selalu lakukan pembayaran kartu kredit, cicilan, maupun pajak tepat waktu. Jika terlambat membayar, maka Anda sendiri yang rugi karena akan terkena sanksi berupa denda yang akan ditanggung.

Dan sadarilah dengan banyaknya utang yang harus dibayar maka akan menambah beban untuk Anda dan membuat tidak tenang.

3. Bedakan Uang Pribadi dan Usaha

Banyak yang menganggap remeh hal ini, padahal ini adalah hal mendasar dalam mengatur keuangan adalah memisahkan uang pribadi dengan uang usaha.

Anda harus membagi uang Anda, mana yang untuk anggaran pribadi dan mana yang untuk anggaran bisnis.

Jika tidak, tanpa Anda sadari atau tidak, Anda bisa secara sengaja atau tidak sengaja menggunakan modal usaha Anda untuk keperluan pribadi. Akibatnya, Anda bisa kekurangan modal untuk mengembangkan usaha Anda.

4. Rencanakan Pengeluaran

Buat sistem keuangan yang baik dengan merencanakan penggunaan uang. Jika modal Anda sedang berlimpah, Anda jangan menghambur-hamburkannya.

Sementara jika modal sedang terbatas, aturlah sebijak mungkin dimulai dari pengeluaran yang bersifat emergency.

5. Memiliki Dana Darurat

Anda tidak dapat memprediksi hal apa yang akan terjadi ke depannya. Guna Anda perlu menyiapkan dana darurat adalah untuk menutupi segala kemungkan yang akan terjadi pada bisnis kedepannya.

Dana darurat tersebut akan menjaga bisnis Anda agar tidak langsung kolaps saat sedang jatuh, atau setidaknya dapat membantu mengurangi beban saat usaha Anda mengalami kerugian.

Namun pada kenyataannya, membangun sebuah usaha tidak semudah yang dibayangkan. Ada kalanya Anda terhalang dana yang menyebabkan bisnis tidak selancar biasanya.
Banyak orang yang lebih memilih untuk menjadi karyawan dibandingkan menjadi bos untuk diri sendiri. Sebenarnya banyak faktor yang membuat hal itu terjadi seperti, takut akan kerugian, tidak tahu bagaimana harus memulai, tidak memiliki modal yang cukup dan sebagainya.

Menjadi bos untuk diri sendiri memang dibutuhkan tanggung jawab yang besar dan banyak waktu yang akan di isi dengan kesibukan.

Namun, percayalah dibalik usaha yang dilakukan pasti ada imbal hasil yang seimbang. Sebelum Anda memutuskan untuk menjadi seorang pebisnis berikut ini dia fakta menjadi seorang pebisnis yang perlu diketahui.

4 Fakta Menjadi Seorang Pebisnis yang Perlu Diketahui

1. Realita Seorang Pebisnis

Ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa para pemilik bisnis dapat menghabiskan lebih dari 50 jam dalam seminggu untuk bekerja, bahkan harus bekerja juga pada akhir pekan.

Semakin besar tanggung jawab yang di emban maka rasa khawatir oun akan semakin tinggi.

Kekhawatiran tentang pekerjaan sering membuat seorang pebisnis terjaga di malam hari. Memikirkan arus kas masuk dalam peringkat sebagai kekhawatiran terbesar bagi pebisnis.

Namun, Anda dapat memutuskan kapan ingin berlibur tanpa harus menunggu waktu yang tepat untuk mengajukan cuti kepada atasan.

2. Apa Saja yang Dibutuhkan?

Ketahanan, ini adalah hal yang paling penting. Ketangguhan adalah kemampuan untuk bangkit kembali setelah kegagalan dan terus bergerak maju.

Tentu, karyawan membutuhkan ketahanan, tetapi wiraswasta membutuhkan lebih banyak, karena akan lebih banyak pikiran dan masalah yang akan dihadapi seperti bagamana cara memasarkan, memikirkan kualita produk Anda,  membuat faktur, dan mengumpulkan modal tambahan.

Anda harus dapat menutupi kelemahan diri sendiri dengan kelebihan yang dimiliki. Jika Anda merasa belum mampu menutupi kelemahan yang dimiliki, carilah orang yang berkompeten untuk menutupinya.

Jika Anda memilih untuk bekerja sendiri tanpa partner, sesuaikan bisnis dengan kemampuan yang dimiliki.

Tanyakan kepada diri sendiri apakah Anda memiliki sifat-sifat pribadi ini dan sudah siap untuk berbisnis?

3. Anda Akan Merasa Puas

Harus disadari bahwa jam kerja dan tanggung jawab lebih besar kerika Anda memutuskan untuk menjadi seorang wiraswasta, namun, kepuasan pribadi karena bekerja sendiri akan sangat dirasakan.

Dan yang tak kalah penting adalah Anda memiliki kemampuan untuk mendapatkan penghasilan jauh lebih banyak sebagai wiraswasta.

4. Pikirkan Secara Matang

Memilih untuk keluar dari pekerjaan yang digeluti untuk menjadi wirausaha adalah sebuah keputusan besar, baik secara profesional maupun finansial, jadi luangkan waktu untuk berpikir.

Tanyakan kepada orang-orang yang paling mengenal Anda apakah menjadi seorang wirausaha cocok dengan kepribadian dan kemampuan Anda.

Yang paling penting, sadari bahwa Anda akan menghadapi lebih banyak tantangan sebagai profesional wiraswasta.

Jika Anda ulet dan mudah mampu beradaptasi untuk berubah, bekerja sendiri akan terasa lebih menyenangkan.